oleh

BTM AL-KAUTSAR NANGAPANDA GELAR SHOLAT IDUL FITRI 1 SYAWAL 1442 H

-Agama, Regional-369 views

 

Pelaksanaan kegiatan sholat Idul Fitri ini dipimpin oleh Imam masjid Alkautsar Nangapanda Yusuf Gusi, bertindak sebagai Khotib Idul Fitri, Latif Kamaludin, S.sos dan pengantar khotib adalah Syukri Abdullah. Usai sholat Idul Fitri dilanjutkan dengan penyampaian khutbah Idul Fitri oleh Ustad Latif Kamaludin,S.Sos dengan Tema khutbahnya: “DITENGAH PANDEMI BERSIHKAN HATI DARI VIRUS SYIRIK”,

“Perayaan idul fitri 1 Syawal 1442 H hari ini masih dalam suasana keprihatinan karena wabah pandemi covid-19masih merebak sejak bulan maret 2020 yang lalu sampai sekarang. Merebaknya covid ini menjadi bencana manusia di dunia termasuk di Indonesia, wabilkhusus Kabupaten Ende sampai di Kecamatan Nangapanda juga merasakan yang sama mewabahnya virus covid-19 ini. Walaupun demikian kita bersyukur karena kita masih diberi kesempatan hidup sampai detik ini dalam keadaan sehat walafiat. Kita masih bisa beraktivitas melaksanakan ibadah puasa ramadhan 1442 H sampai selesai, di tandai dengan pelaksanaan sholat idul Fitri yang sedang kita laksanakan pagi hari ini.” Ujar Latif Kamaludin dalam menyampaikan materi khutbahnya.

Latif Kamaludin, menjelaskan bahwa, “Dalam agama Islam diajarkan, setiap musibah yang menimpa manusia ada hikmah kebaikan yang tersimpan di dalamnya, dan kita harus mengambil pelajaran dibalik setiap musibah. Seperti dalam menghadapi musibah wabah Covid-19 yang sedang melanda dunia sekarang, juga musibah lainnya seperti banjir bandang, badai Siklon tropis yang belum lama ini melanda diberbagai daerah di provinsi NTT yang mengakibatkan banyak menelan korban baik harta benda maupun nyawa. Wabah covid, bencana Alam belum juga sirna menerpa diberbagai wilayah Indonesia, dan kita juga dikejutkan dalam kedukaan mendalam yaitu musibah tenggelamnya KRI NANGGALA 402 didasar Laut bali 21/04/2021 baru lalu yang menelan korban 53 orang prajurit TNI AL kebanggaan kita, meninggal dan hilang sampai saat ini. Cobaan, bencana, musibah, wabah yang datang silih berganti ini, adalah cobaan dan ujian dari Allah SWT apakah kita selalu bersabar ataukah kita bersikap biasa saja.”

Dibalik semua musibah yang terjadi, ditengah pandemi ini ada beberapa pelajaran yang dipetik yaitu:

Pertama: adalah kita merasakan makin dekat dengan Allah swt yang selama ini mungkin terabaikan oleh kesibukkan dunia kita.Musibah yang terjadi sebagai peringatan dari Allah swt kepada manusia,supaya manusia kembali kepada kebenaran yang diinginkan oleh Allah Swt.

Pelajaran kedua: adalah hendaknya manusia semakin menyadari hakekat kehidupan didunia ini,harus mengakui bahwa hidupan ini hanya sementara dan kelak kita akan pulang kenegeri akhirat.

Pelajaran ketiga: adalah hendaknya manusia semakin punya kepedulian sosial yang tinggi memperhatikan semua saudara handai tolan dan tetangga kita yang berkekurangan kita harus membantu dengan harta dan rezki kita kepada mereka.

Lebih lanjut, Latif Kamaludin menjelaskan bahwa, selain virus Corona ada virus yang sangat berbahaya yang merusak sifat,mental manusia menjadi buas dan kejam dari virus Corona yang penyebarannya bukan melalui pernafasan manusia atau melalui kontak langsung, tapi virus ini menyerang dan melumpuhkan Manusia melalui serangan jaringan qalbu dan akal manusia, virus ini bernama “Syirik” . Virus Syirik ini akan merusak moral, akhlak, etika, akidah, adat dan hukum agama. Bagi mereka akidah sekedar label saja agama hanya sekedar pelengkap identitas saja. Hati mereka telah terkunci dengan nafsu dan ambisi ingin menguasai dunia untuk mencari kesenangan sesaat. Virus ini juga akan menjelma dan merubah sifat manusia menjadi rusak dan tercela, orang yang terpapar virus ini, akan menuhankan diri sendiri mereka tak peduli dengan hukum Allah. Ciri-ciri mereka yang terpapar virus syirik seperti melakukan berprasangka buruk terhadap orang lain, fitnah, iri, dengki, dendam, riya’, sombong, serakah. Mereka juga melakukan perbuatan yang tidak senonoh seperti, melakukan perzinahan diluar pernikahan, pencurian, korupsi, melacurkan diri, mabuk-mabukan, perjudian.

Selain itu mereka juga melakukan tindakan kekerasan lainnya seperti sadisme, terorisme, premanisme ( begal) bahkan yang lebih parah lagi melakukan pernikahan sejenis, LGBT (Lesbian Gay Biseksual dan Transgender) jika ciri-ciri Virus Syirik ini terpapar pada diri manusia maka rusak lah moral, etika, akhlak, akhidah dan sendi-sendi agama dalam suatu bangsa.

Penyampaian Khutbah Idul Fitri oleh bapak Latif Kamaludin, S.sos

Dia menjelaskan, ” bagi yang terpapar virus Syirik ini, juga ingin sekali mengganggu hidup orang lain, dengan cara mengadu domba dan memecah belah hubungan persaudaraan orang lain dengan menyebarkan fitnah berita bohong (hoax) sehingga timbulah konflik antara sesama saudara, antara anak dengan orang tua, antara suami dan istri, antara saudari dan saudara dan lain-lain hubungan persaudaraan dan kekeluargaan yang telah terbina begitu lama akhirnya pecah, retak dan berantakan. Jika terpapar virus Corona masih diusahakan penyembuhan dengan pemberian suntikan vaksin seperti vacsin Sinovac, Sinopharm atau Vaksin Astra Zeneca tapi ” Virus Syirik” tidak bisa disembuhkan dengan vaksin melainkan diberikan bimbingan rohani, mengajak mereka kembali bertaubat kejalan yang benar melalui pembersihan hati (Qalbu) dan jiwa sehingga iman kembali stabil dan taqwa akan terjaga dan kembali ke jalan Allah yang benar.” Jelas Latif.

Diakhir khutbah, Latif Kamaludin mengharapkan kepada jamaah idul Fitri agar dalam mengisi hidup ini kita harus berusaha melenyapkan virus Syirik ini dalam qalbu kita dengan tetap mematuhi protokol agama atau akidah yang diperintahkan Allah dengan mengarantinakan jiwa rohani, nafsu kita dengan iman yang teguh dan taqwa yang kokoh sehingga kita kembali menjadi manusia yang bersih dari Virus Syirik.”

Sementara itu disela-sela usai sholat idul Fitri, Ketua BTM Al-Kautsar Nangapanda, Almahdi, S.Sos kepada media mengatakan, “Kami mengucapkan terimakasih banyak kepada pemerintah melalui edaran Menteri Agama RI yang memberi ruang untuk umat Islam ditengah pandemi ini, agar bisa melaksanakan sholat idul Fitri berjamaah namun tetap mematuhi protokol kesehatan termasuk umat Islam di Kecamatan Nangapanda,hari ini melakukan sholat Idul Fitri di masjid masing-masing. Ketimbang puasa Ramadhan dan Idul Fitri tahun lalu semua kegiatan di rumahkan.”

Ia juga mengatakan berkaitan dengan materi hutbah yang disampaikan Khotib Idul Fitri. Almahdi menjelaskan, “Temanya sangat sesuai dengan situasi kondisi pandemi yang kita alami sekarang dan isi materi nya luar biasa filosofi dan menyentuh hati bagi kami dan jamaah bahkan virus Syirik itulah yang membuat manusia lupa diri nya dan maha pencipta nya yaitu Allah SWT. Insya Allah melalui motivasi khotbah Idul Fitri tadi, akan memperbaiki moral etika akhlak dan iman akan menjadi baik lagi, sehingga terhindar dari virus Syirik ini.”

Almahdi juga mengucapkan terima kasih juga kepada pihak keamanan yaitu anggota TNI dari Koramil 1602-05 Nangapanda, anggota Polsek Nangapanda dan saudaraku anggota MUDIKA Gereja St. Eduardus Nangapanda yang telah mengawal dan mengamankan jalannya Sholat idul Fitri 1 Syawal 1442 H sehingga berjalan aman lancar dan penuh hikmah. Tambahnya.

(Tief)

Komentar

Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Bijaklah dalam memilih kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA. Salam hangat. [Redaksi]

News Feed