oleh

BULAN SUCI RAMADHAN 1442 H/2021 TA’MIR MASJID NURHIDAYAH GELAR PERINGATAN NUZULUL QUR’AN

-Agama, Regional-212 views

TA’MIR MASJID NURHIDAYAH GELAR PERINGATAN NUZULUL QUR’AN Mengisi kegiatan bulan Suci Ramadhan 1442 H/2021 M.

Badan Ta’mir Masjid Nuru Hidayah gelar peringatan malam Nuzulul Qur’an tepatnya malam 17 Ramadhan 1442 H berpusat di Masjid Nur Hidayat Bhoawora Tanari Desa Uzu Zozo Kecamatan Nangapanda Kabupaten Ende NTT, Rabu, 28/04/2021 pukul : 20.00 Ba’dah Sholat Terawih.

Imam Masjid Nurhidayah Bhoawora Tanari, Abdul Arsyad dalam sapaannya menyampaikan bahwa,” Peringatan malam Nuzulul Qur’an 17 Ramadhan 1442 H ini, sebelumnya telah terencana oleh Ta’mir Masjid Nur Hidayah dan kami juga telah meminta tim safari Ramadhan agar masuk kemasjid kami untuk menyampaikan informasi pengetahuan keagamaan dan sekaligus membimbing jamaah kami untuk mempelajari proses mengurusi jenazah. Sehingga melalui momen ramadha sehingga dapat melaksanakan dua agenda sekaligus yaitu siang hari penyampaian materi dan praktek Mandi mayat, mengafani, menyolatkan dan menguburkan jenazah.

“Tujuan Pelatihan ini agar jamaah Nur Hidayah bisa mengetahui semuanya, sehingga apabila ada kematian mereka bisa mengurusnya dengan sendiri sebelum ditangani petugas mandi mayat. Saya sangat berterima kasih kepad Tim Safari Ramadhan 1442 H kecamatan Nangapanda yang sejak dari siang telah berada dimasjid kami dalam rangka penyampaian materi proses mengurus jenazah, jelas Abdul Arsyad.

Lebih lanjut Abdul Arsyad menambahkan, “Kedua agenda tersebut adalah satu paket kegiatan yang direncanakan oleh Badan Ta’mir masjid Nurhidayag. Dikatakannya, ” kami sangat berterima kasih kepad Ustad Chairul Wella,S.Ag dan Ustad Latif Kamaludin, S.Sos yang sudah memberikan pengetahuan agama yang sangat berharga untuk kami.”

Sementara itu kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Nangapanda sekaligus sebagai penceramah, Chairul Wella, S.Ag dalam menyampaikan materi ceramahnya bahwa, “Al-Qur’an adalah Kalam Allah SWT yang merupakan mukjizat yang di turunkan atau diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW dan membaca adalah ibadah. Kata Al-Qur’an yang berarti bacaan ini terdapat dalam firman Allah : QS. Alqiyamah: 17-18, yang artinya “Sesungguhnya Kami (Allah) mengumpulkan Al-Qur’an (didadamu) dan menetapkan bacaannya pada lidahmu adalah tanggungan Kami (karena itu) jika kami telah selesai membaca nya, hendaklah kamu ikuti bacaannya.” (QS:Al-Qiyamah: 17-18).

Dikatakan, ” proses atau cara Al-Qur’an diturunkan atau diwahyukan oleh Allah kepada Nabi Muhammad Saw bermacam cara, meliputi; Malaikat memasukkan Wahyu itu kedalam hati Nabi SAW tanpa disadari nya, hanya beliau SAW Merasa bahwa itu sudah berada saja dalam qalbunya, dimana dijelaskan dalam QS Asyuuraa ayat 51,”

Ruhul Kudus mewahyukan kedalam Kalbuku, malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi berupa seorang laki-laki yang mengucapkan kata-kata keladanya sehingga Nabi mengetahui dan hafal benar kata-kata itu,. Wahyu yang datang kepada nya seperti gemerciknya lonceng amat berat yang dirasakan Nabi sehingga mening nya berpencar keringat, meskipun turunnya Wahyu itu dimusim dingin yang amat sangat seperti diserang oleh demam yang keras dan keringat nya bercucuran seperti permata setelah selesai turunnya Wahyu barulah beliau SAW Kembali seperti biasa, malaikat menampakkan diri kepada Nabi tidak berupa seorang laki-laki, tetapi benar-benar seperti rupanya yang asli, Hal ini tersebut dalam Al-Qur’an surat Ann-Najm: 13-14, yang artinya: Sesungguhnya Muhammad telah melihat nya pada kali yang lain (kedua) ketika dia berada di Sidratul Muntaha.”(QS: An-Najm: 13-14.).

Lebih lanjut, Chairul Wella, menjelaskan,” bahwa Al-Qur’an diturunkan Allah pada dua fase alam yaitu alam lauhulmahfudz dan fase alam dunia yang langsung diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW. Awal turunnya Al-Qur’an tersebut pada malam 17 Ramadhan dan Allah SWT Melalui Malaikat Jibril Kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai mana Allah berfirman, Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan permulaan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara hak dan yang bathil. ( QS: Albakrah:185).”

Oleh karena nya Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad secara berangsur-ansur dalam masa 22 tahun 2 bulan 22 hari, dengan tujuan agar; dimengerti dan dilaksanakan, sesuai dengan kemaslahatan, sesuai dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi, memudahkan penghafalan dan sebagai jawaban-jawaban dari pada pertanyaan atau penolakan suatu pendapat atau perbuatan.” Jelas Chairul Wella.

Dia menambahkan didalam bulan ramadhan dapat dipetik hikmahnya, bahwa, “bahwa Ramadhan adalah sebagai malam kemuliaan,malam yang lebih baik dari seribu bulan yang mana telah dijelaskan oleh Allah SWT dalam QS: Al-Qadar ayat 1-5; di bulan Ramadhan Allah SWT turunkan Al-Qur’an diterangkan dalam Qur’an surah Al-Baqarah:185; Allah SWT turunkan par malaikat untuk menyampaikan Wahyu kepada Nabi Muhammad pada malam Lailatul Qadar; Allah SWT turunkan malaikat untuk mencatat amalan manusia untuk satu tahun kedepan dan dibulan Ramadhan juga Allah SWT mengampuni dosa-dosa yang telah lalu bagi yang berpuasa dengan ikhlas.”

Di akhir ceramah nya, Chairul Wella mengharapkan agar umat Islam selalu mencintai, membaca, mengkaji, mengamalkan dan mengaplikasikan firman Allah dalam Al-Qur’an dalam kehidupan kita sehari-hari sehingga menjadi pedoman atau arah tujuan kita sehingga kita tau mana yang benar dan mana yang bathil.

Kegiatan Nuzulul Qur’an di masjid Nur Hidayat Bhoawora, Tanari.

Sementara itu tokoh agama dan juga sebagai Kepala Desa Uzu Zozo, Ismail Arsyad disela-sela acara tersebut, menyampaikan bahwa, “kami sangat berterima kasih kepada rombongan safari Ramadhan 1442 H Kecamatan Nangapanda yang sejak siang hari tadi sudah bersama dengan jamaah untuk menyampaikan materi Da’wah baik berupa pelatihan praktek mandi jenazah hingga proses penguburan jenazah dan penyampaian berupa ceramah agama. sehingga kedua materi Da’wah itu dapat bermanfaat bagi kami dan seluruh jamaah masjid Nurhidayat Bhoawora Tanari,”

Dikatakan ,”kami sangat mengharapkan Ramadhan tahun depan Tim safari Ramadhan ini bisa hadir lagi.” pintanya.

Ia juga berharap kepada ormas Islam lainnya seperti Majelis ulama Indonesia (MUI) , Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kecamatan Nangapanda dan ormas Islam lainnya bisa melakukan Safari Ramadhan untuk memberikan pengetahuan agama kepada umat Islam di kecamatan Nangapanda melalui program safari Ramadhan, dan kami mengharapkan kedepan bisa memberikan materi Da’wah yang lain misalnya bagaimana melakukan sholat yang benar, karena masih banyak jamaah yang belum tahu melaksanakan sholat yang benar.” Pinta Ismail Arsyad.

Untuk diketahui, turut hadir dalam acara peringatan malam Nuzulul Qur’an, 17 Ramadhan 1442 H, yaitu Kepala KUA kecamatan Nangapanda, Kepala Desa Uzu Zozo, Koordinator PAI Kecamatan Nangapanda dan Maukaro, Imam masjid dan Pengurus BTM Nur Hidayah Bhoawora Tanari,Remas Nurhidayah, anggota PAI serta jamaah Islam Masjid Nur Hidayah.

(Tief)

Komentar

Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Bijaklah dalam memilih kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA. Salam hangat. [Redaksi]

News Feed