oleh

FOKMI FST UNDANA Menyelenggarakan Kajian Follow Up Materi Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi

-Regional-812 views

FOKMI FST UNDANA Menyelenggarakan Kajian Follow Up Materi Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi

 

Berdiri tegak dalam melihat suatu permasalahan dan mengambil suatu kebijakan yang tersolusikan merupakan salah satu unsur yang layak dimiliki oleh setiap pemimpin.

Selasa, 19/01/2021 Forum Kajian Mahasiswa Islam Fakultas Sains dan Teknik Universitas Nusa Cendana mengadakan kajian Follow up materi Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi (KMO) yang dipandu oleh moderator juga selaku departemen bidang pengkaderan dan Kemahasiswaan. Kajian dimulai pada pukul 20.05 WITA secara online yang diikuti oleh 29 anggota FOKMI FST Undana. Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan dari kegiatan besar FOKMI sebelumnya yaitu Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK).

Materi tersebut dibawakan dengan sangat fleksibel dan meluas oleh Pancar Setiabudi Ilham Mukarromah yang juga merupakan Ketua umum Lembaga Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) periode 2019-2020.

“Kuliah merupakan suatu kewajiban. Nah Pertanyaanya apakah organisasi juga merupakan suatu kewajiban? Sebagai Mahasiswa perlu adanya suatu konsep besar yang berorientasi mengasah kemampuan agar bisa menciptakan perubahan besar dan suatu regenerasi.” Tutur Pancar Setiabudi Ilham Mukarromah sebagai narasi awal pada kajian tersebut.

Dalam berorganisasi tidak hanya dibenturkan dengan kerja-kerja otot, namun lebih dari itu menjadi wadah dalam membentuk karakter yang kuat dan juga mengokohkan daya pikir seseorang sehingga berpotensi menjadi lebih matang dan siap diejawantahkan. Maka hal tersebut sebenarnya layak dimiliki oleh Mahasiswa.

Organisasi dan setiap permasalahan di dalamnya merupakan suatu jembatan menuju dunia yang lebih luas yang selalu memunculkan bermacam-macam corak dan bendera. Perbedaan dari sudut pandang dan karakter sudah sangat lazim terjadi dalam satu wadah, namun itulah yang menjadi nilai estetik dalam berorganisasi.

Ketua Lembaga Eksekuitif Mahasiswa UII tersebut juga mengatakan “Fungsi Organisasi bukan Cuma mencari eksistensi, namun jadikanlah organisasi sebagai wadah menaikan strata secara moralitas sehingga dapat membuka pandangan kita secara komprehensif.”

Jika kita mengamini apa yang kemudian disampaikan olehnya, maka perlu adanya pengembangan potensi diri yang tentunya bukan menjadi ajang menunjukkan kebesaran diri namun keikhlasan secara moralitas yang seharusnya terpatri dalam setiap langkah.

Dalam masa pandemi covid-19 yang sampai sekarang menghantui berbagai pihak, dan masih aktif berperan menyudutkan setiap aktivitas kehidupan khususnya mahasiswa, bukanlah merupakan alasan untuk tidak bersemangat dalam belajar dan mengkaji suatu ilmu. Banyak ruang-ruang yang menjadi solusi atau jalan menuju suatu ilmu walaupun dihadapkan dengan permasalahan-permasalahan seperti saat ini.

Penulis teringat dengan salah satu tokoh penting Amerika serikat, Abraham Lincoln yang mengatakan bahwa “Berisayawaktu enam jam untuk menebang pohon dan saya akan menghabiskan empat jam pertama untuk menajamkan kapaknya”

Artinya bahwa sebelum masuk ke dalam ranah implementasi maka perlu adanya pematangan konsep. Dalam hal ini pandangan dan pola pikir perlu diharmonisasikan secara komprehensif sehingga hal yang kemudian diinginkan dapat berpotensi besar untuk terwujud.

Dalam konsep manjemen terdapat istilah POAC yaitu Planning, Organizing, Actuating, dan Controling. POAC merupakan suatu cara sistematis untuk mengerjakan atau melakukan sesuatu dan hampir segala hal bisa terkonsepkan dalam POAC.

Jika dibenturkan dalam realitas maka apabila seseorang ingin menuju ke dalam pagar Actuating, maka perlu adanya perencanaan (Planning) terlebih dahulu. Sehingga setelah proses pembentukan pondasi-pondasi Planing selesai maka pengorganisasian (organizing) dan pengaplikasian (actuating) dapat diwujudkan dalam suatu realitas organisasi.

Inilah yang seharusnya mampu disentuh oleh elemen mahasiswa, dimana proses pematangan diri haruslah dilakukan terlebih dahulu sebelum melaju ke tahap selanjutnya yaitu pengaplikasian.

 

(Ahmad Ryan K. Makuasong)

Komentar

Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Bijaklah dalam memilih kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA. Salam hangat. [Redaksi]

News Feed