oleh

KAHMI Minta New Normal Diterapkan Secara Terukur dan Berbasis Sains

Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) meminta kepada Pemerintah agar menerapkan new normal atau kehidupan normal baru secara terukur dan berdasarkan atas data-data sains.

Hal tersebut muncul sebagai rekomendasi dari Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) III Majelis Nasional KAHMI yang digelar secara online melalui platform Zoom pada Senin-Rabu (08-10/06/2020).

KAHMI menilai bahwa pandemi Covid-19 telah berdampak terhadap berbagai bidang kehidupan. Untuk itu, Pemerintah diminta untuk menjadikan peristiwa ini sebagai momentum mentransformasikan aspek-aspek strategis tata kelola pemerintahan menjadi lebih esensial, efisien, dan efektif.

Berdasarkan rilis yang diterima redaksi kliksaja.co, dalam penerapan new normal itu, KAHMI juga meminta adanya koordinasi yang baik antara Pemerintah Pusat dengan daerah dan kebijakan tersebut harus memperhatikan keselamatan rakyat.

Terkait dengan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan dilaksanakan pada Desember 2020, KAHMI minta dilaksanakan dengan mengutamakan keselamtan rakyat dan memperhatikan kualitas demokrasi.

Dalam Rapimnas tersebut, KAHMI menegaskan akan proaktif merespon isu-isu kontemporer, seperti Tenaga Kerja Asing (TKA), Komunisme, Covid-19, dan Pilkada.

KAHMI juga akan proaktif merespon isu strategis legislasi, seperti RUU, HIP, UU Pemilu, dan sebagainya.

Dalam lingkup internal, KAHMI akan membentuk gugus pemikir di setiap tingkatan yang berbasis pada kompetensi untuk menjadi penggerak di setiap tingkat pemerintahan.

Selanjutnya, KAHMI diminta untuk mulai merintis amal usaha organisasi, menumbuhkan generasi muslimpreneur dan menjadi jembatan (bridging) pengembangan usaha yang dimiliki alumni KAHMI menjadi lebih besar.

Rekomendasi terakhir adalah KAHMI diminta untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam menjalankan roda organisasi, termasuk musyawarah pergantian pengurus. Hal itu agar peran-peran kontributif  dapat dijalankan dalam situasi apapun. (*)

Komentar

Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Bijaklah dalam memilih kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA. Salam hangat. [Redaksi]

News Feed