oleh

Srikandi Semen Indonesia Group (SIG) Berdayakan Perempuan Melalui Pembuatan Kerupuk dari Limbah Cangkang Kepiting

Srikandi Semen Indonesia Group (SIG) gelar kegiatan pemberdayaan perempuan yaitu pemanfaatan limbah cangkang kepiting menjadi produk makanan berupa kerupuk.

Jumat, (24/12/2021) Srikandi Semen Indonesia Group (SIG) bersinergi dengan PT Semen Tonasa menggelar acara tersebut yang bertajuk Sharing Session Pemanfaatan Limbah Cangkang Kepiting.

Kegiatan tersebut diselenggarakan di Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan. Tepatnya di UKK “CV Asrul Jaya”, yaitu unit usaha yang mensuplai daging kepiting siap olah yang pangsa pasarnya sudah menjangkau pasar ekspor. CV Asrul Jaya mempekerjakan setidaknya 100 perempuan yang berlokasi di lingkungan sekitar.

Pemberdayaan perempuan tersebut diinisiasi oleh Srikandi SIG sebagai komunitas perempuan berkarya di Semen Indonesia Group yang pendiriannya diprakarsai sebagai wadah untuk saling mendukung sesama perempuan dalam berkarya dan berprestasi dalam berbagai peran.

Mewakili Srikandi SIG, Permata Kusumadewi menyampaikan harapannya kedepan agar kegiatan seperti Ini dapat berlangsung berkesinambungan dan berdampak nyata pada kesejahteraan para Srikandi.

“Tentu kami SIG berharap kedepan agar kegiatan seperti ini dapat berlangsung berkesinambungan dan berdampak nyata pada kesejahteraan para Srikandi”. Kata Permata Kusumadewi yang juga karyawan PT. Semen Tonasa.

Permata Kusumadewi

Kegiatan sendiri dedikasikan untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan dan bertujuan untuk memberikan wawasan baru serta membuka peluang usaha dari pemanfaatan cangkang kepiting.

Hal ini tentunya sejalan dengan semangat Srikandi SIG, khususnya Bidang III Srikandi SIG (Kesejahteraan, Kesehatan, Sosial masyarakat),

Turut membuka acara ini Harun Diming selaku Senior Manager CSR & PKBL PT Semen Tonasa. Harun Diming menyampaikan keseriusannya untuk menantang para Srikandi di Bulu Cindea untuk berani mengambil peluang pemanfaatan limbah cangkang kepiting dimulai dari hal yang mudah dan sederhana yaitu pembuatan kerupuk.

“Srikandi di Bulu Cindea kita tantang, berani tidak mengambil peluang pemanfaatan limbah cangkang kepiting dimulai dengan hal yang mudah saja dan sederhana yaitu pembuatan kerupuk”. Tantang Harun Diming.

Di tempat terpisah, Andi Muh Said Chalik, (GM Communication & Legal PT Semen Tonasa) menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan pemberdayaan terhadap perempuan. Menurutnya kegiatan sangat positif sebagai bentuk pengelolaan Lingkungan pemanfaatan limbah cangkang kepiting menjadi produk yang bermanfaat.

Acara berlangsung sangat interaktif ditambah sesi pemberian motivasi oleh Ibu Hikmatillah selaku Manager of Partnership Program memberikan semangat dan antusias sendiri kepada para peserta yang mengikuti sharing yang merupakan pekerja dari UKK CV Asrul Jaya.

Acara Ini ditutup dengan kegiatan senam bersama dan lomba-lomba untuk peserta yang menjadikan momen tak terlupakan di penutup tahun 2021.

Komentar

Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Bijaklah dalam memilih kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA. Salam hangat. [Redaksi]

News Feed